Timnas U-16 Indonesia Juara, David Maulana Jadi Pemain Terbaik Di Turnamen Jenesys 2018

Timnas U-16 Indonesia berhasil menjadi juara Turnamen Jenesys 2018 dengan mengalahkan Vietnam lewat tendangan penalti Rendy Juliansyah di babak final yang digelar Senin 12 Maret 2018 di lapangan 1 Kirishima Yamazakura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sports Park.

Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Rendy Juliansyah tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol perdana bagi tim Garuda Asia dengan mengeksekusi ‘hadiah’ penalti yang diberikan wasit atas pelanggaran salah satu pemain Vietnam di area penalti secara sempurna di menit ke-64.

Lewat gol tunggal tersebut skuad asuhan Fakhri Husaini berhasil memboyong trofi kedua kalinya, setelah sebelumnya juga menjadi juara di Turnamen Tien Phong Plastic Cup Vietnam pada tahun 2017.

Sering Dilihat:  Posisi Timnas Indonesia Di Klasemen Pasca Imbangi Vietnam

“Cukup membanggakan. Ini juga berkat dukungan dan doa masyarakat Indonesia. Tentu saja kerja keras para pemain selama pemusatan latihan sampai pertandingan di Jenesys. Para pemain bermain tidak ada takutnya. Semua lawan dihadapi dengan gagah berani,” ungkap Fakhri pasca pertandingan, seperti dilansir dari situs PSSI (12/3/2018).

Selanjutnya, pelatih kelahiran Aceh tersebut memasang target tinggi yakni lolos ke Piala Dunia U-17 tahun 2019 melalui Piala Asia U-16 yang akan diselenggarakan di Malaysia pada bulan September mendatang.

“Tentu target besar kita lolos ke Piala Dunia U17 tahun 2019 dengan syarat lolos ke semifinal Piala Asia U16,” paparnya.

David Maulana Pemain Terbaik Turnamen Jenesys 2018

Salah satu hasil membanggakan lainnya juga ditorehkan pemain tim Garuda Asia, David Maulana, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut.

Sering Dilihat:  Harga Tiket Indonesia vs Puerto Rico Mulai Rp 30 Ribu, Resmi Dijual Online
David Maulana
David Maulana dinobatkan jadi pemain terbaik di Turnamen Jenesys 2018 (Sumber: PSSI)

Pemain gelandang asal Medan yang piawai bertarung di lini tengah tersebut memiliki gaya permainan ‘ngotot’ dan tampil apik sebagai penghubung antara lini depan dan lini belakang dalam sebuah pertandingan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.