Sempat ‘Dicuekin’ Mourinho, Mkhitaryan Puas Akhiri Musim Pertama Bersama MU

NontonBolaJo.com – Manchester United sukses meraih trebel di musim 2016/2017. Tentunya hal tersebut tidak lepas dari peran para pemainnya, termasuk Henrikh Mkhitaryan.

Meskipun harus rela mengakhiri Premier League di urutan ke-6, namun MU sukses meraih 3 trofi juara dalam musim ini, yakni Piala Liga Inggris, FA Community Shield, dan Liga Europa. Hal tersebut menjadi pengalaman mengesankan bagi Mkhitaryan, yang sempat melewati hari-hari perdananya bersama MU dalam kondisi ‘penuh bencana’.

Setelah tiba dari Borussia Dortmund di musim panas, pesepakbola asal Armenia tersebut hanya berhasil satu kali tampil dari bangku cadangan dalam periode 2,5 bulan setelah gagal mengawali debutnya secara mulus saat menghadapi Manchester City yang berakhir dengan kekalahan MU di bulan September 2016.

Sering Dilihat:  Siaran Langsung Bola RCTI MU vs Southampton Pekan 21 Liga Inggris: Duetkan Lukaku Dan Ibrahimovic Lagi?

Namun, pesepakbola berusia 28 tahun tersebut akhirnya berhasil mencuri perhatian Jose Mourinho setelah kembali terlibat dalam line up 11 pemain awal di bulan November, ketika menghadapi Feyenoord dan disebut-sebut sebagai ‘bintang lapangan’.

“Saya mendapatkan tahun yang bagus, bukan tahun yang buruk. Saya menghadapi sedikit kesulitan di awal musim, namun itulah bagian dari sepak bola. Saya telah siap secara mental dan fisik dan saya harus bertahan di bagian itu dan ketika saya mendapat peluang kedua, saya tidak menyia-nyiakannya,” tutur Mkhitaryan, seperti dilansir via Manchester Evening News (29/5/2017).

“Saya mendapat kesempatan untuk lebih dan lebih lagi bermain membantu tim memenangkan pertandingan dan mencetak lebih banyak gol,” ujarnya.

Sering Dilihat:  Live Streaming Persib vs Madura United 19 Oktober 2017

Perlahan-lahan Mkhitaryan mulai mendapat kepercayaan dari Mourinho dan berhasil mencetak 10 gol untuk MU di musim ini. Selain itu, ‘tendangan kalajengking’ yang dilakukannya dalam laga antara MU vs Sunderland pun dinobatkan sebagai ‘Goal of the season’ dalam malam penghargaan di akhir musim.

“Menyaksikan di televisi sedikit berbeda karena anda tidak melihat kecepatan, sengitnya sebuah pertandingan. Ketika anda dalam sebuah game, anda tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir. Namun game demi game saya berusaha untuk merasakannya dan beradaptasi dengan Premier League. Itu tidak mudah, namun saya pikir saya melakukan dengan sangat baik,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.