Rossi Dan Vinales Akhiri MotoGP Austria 2017 Di Luar Top 5, Mengapa ?

Valentino Rossi dan Maverick Vinales mengakhiri MotoGP Austria 2017 tanpa podium. Bahkan kedua pembalap Movistar Yamaha MotoGP tersebut terlempar dari posisi Top 5.

NontonBolaJo.com – Andrea Dovizioso berhasil menjadi juara MotoGP Austria 2017 setelah melewati balapan epik, pertarungan sengit bersama Marc Marquez. Sebaliknya, Valentino Rossi dan Maverick Vinales gagal bertarung di posisi tiga besar bahkan terlempar keluar dari posisi Top 5 dalam balap final hari Minggu (13/8/2017) di sirkuit Red Bull Ring, Spielberg.

Vinales mengakhiri balap final di urutan ke-6, sementara Rossi hanya mampu merebut peringkat ke-7. Akibatnya, Vinales terdesak ke peringkat 3 di klasemen sementara MotoGP 2017, sedangkan Rossi masih bisa mempertahankan posisinya di urutan ke-4, namun dengan selisih total poin yang sangat tipis dibandingkan juara ketiga MotoGP Austria 2017, Dani Pedrosa.

“Sebuah balapan yang sulit bagi saya tentunya, juga bagi Maverick, bagi semua tim – kami berharap, kami dapat lebih cepat, lebih kuat. Saya pikir kami telah melakukan yang maksimum, kami tidak memiliki penyesalan juga untuk setting (motor balap) dan juga pilihan ban, karena di lap pertama saya sangat cepat dan saya pikir yang juga sulit bagi kami adalah pilihan yang tepat, kami bekerja sangat keras untuk mencoba tidak menghancurkan ban belakang.

“Namun setelah 12 lap, saya mengalami drop besar pada ban belakang dan saya harus sangat melambat dan motor balap mulai sangat sulit dikendarai. Saya hanya melakukan satu kesalahan di pengereman, namun bagaimanapun saya (bergerak) lambat,” Rossi menjelaskan apa yang dialaminya dalam final race hari Minggu malam.

“Saya pikir kami harus mengerjakan karena kami terlalu banyak menekan ban belakang dan terutama Honda, Ducati, menemukan sesuatu agar menjadi cepat tanpa menggunakan terlalu banyak bagian belakang. Dan jika anda melihat lap tercepat dan bagian tercepat, kami sangat dekat – juga dua Yamaha di dua lap tercepat pertama, saya dan Zarco, namun setelahnya kami harus melambat dan kami kehilangan pertarungan.

Sering Dilihat:  James Rodriguez Gabung Bayern Munchen, Pinjaman 2 Tahun Dari Real Madrid

“Sangat sering tahun ini hal ini terjadi, ini masalah, dan kami bekerja keras, kami mencoba, lihat saja di beberapa balapan, kami tidak terlalu menderita. Namun ketika kami menderita ini lagi, menjadi sangat sulit karena di bagian kedua balapan kami tidak cukup kuat. Kami harus mencoba meningkatkan hal ini, terus bekerja dan lebih kuat di balapan selanjutnya,” tambahnya.

Dalam final race MotoGP Austria 2017, Rossi yang mengawali start di posisi ke-7 berhasil memacu motor balapnya di lap-lap awal hingga menempati posisi ke-4. Bahkan Rossi sempat bersaing ketat dengan tiga pembalap terdepan, Dovizioso, Marquez, hingga Jorge Lorenzo sebelum kemudian tergusur ke urutan ke-7 hingga akhir balapan.

“Sejujurnya, saya cukup optimis karena Lorenzo dan Dovi menggunakan ban belakang soft. Saya dan Marc ban versi hard. Saya dibelakang Zarco dengan soft, jadi saya pikir saya dapat berjuang untuk podium. Namun sayangnya, setelah 12 lap saya mengalami drop yang sangat parah dan semuanya mulai menjadi sulit. Sayangnya saya harus melambat dan mengalami sangat banyak kesulitan di lap terakhir,” kata Rossi.

Seperti Rossi, Vinales pun mengaku bahwa dirinya berharap meraih hasil yang lebih baik di MotoGP Austria, namun menurutnya ban bagian belakang tidak bekerja secara optimal di motor balap Yamaha miliknya.

“Saya berharap ada di depan, berjuang untuk menang. Namun kami tidak beruntung, terutama dengan ban belakang, mereka sangat sering tergelincir. Namun saya pikir ini bukanlah masalah ban belakang, saya pikir masalahnya adalah motornya. Motor Zarco berakselerasi lebih bagus dan itu sesuatu yang sangat aneh, tidak, Tech 3 membuat ban bekerja dan kami tidak dapat melakukannya,” tutur Vinales.

Sering Dilihat:  PSG vs AS Monaco Live Stream Piala Super Prancis 4/8/2018: Peluang Kembalinya Neymar

Terkait jenis ban yang dipilih Zarco (soft) sehingga mampu membawanya mengakhiri balap final di urutan ke-5, menurut Rossi hal tersebut tidak dapat diadopsi oleh dirinya maupun Vinales.

“Zarco dapat menggunakan soft karena (motornya) lebih ringan, lebih pendek, dan juga memiliki gaya balap yang sangat sangat mulus jadi di banyak waktu dia dapat menggunakan ban yang lebih lunak dibanding yang lain. Namun tidak dalam kasus saya dan Maverick. Kami lebih kuat dan gaya balap lebih agresif.

“Saya juga mencoba soft di pagi hari, namun bagi saya, pilihan ban sudah tepat, karena jika saya balapan dengan soft maka akan bertambah buruk. Dalam kasus Dovi, motornya mampu menggunakan ban yang lebih lunak karena Dovi adalah salah satu pembalap yang agresif, lebih mirip dengan saya dan Maverick dibandingkan Zarco, namun sepertinya motornya lebih sedikit menggunakan ban belakang,” ungkap Rossi.

Dengan hasil ‘buruk’ di MotoGP Austria, The Doctor pun mengaku cukup sulit untuk mengejar ketinggalan 33 poin dari Marquez di klasemen sementara MotoGP 2017. “Sangat sulit, karena ini 33 poin namun juga karena kami menderita. Pada beberapa trek kami tidak kuat.

“Pembalap Honda, Marc dan juga Pedrosa, motor balapnya menciptakan langkah besar dibandingkan tahun lalu karena tahun lalu mereka kesulitan (di Red Bull Ring). Tahun ini mereka sangat kuat. Mereka menemukan beberapa solusi bagus untuk kondisi ini,” pungkas Rossi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.